TUP

Athalia menunggu di depan pos satpam dengan kantung plastik digenggamannya. Serta sepeda abangnya yang ia pinjam karena malas berjalan.

“Thalia?”

Suara berat yang tak asing baginya membuat wajahnya menoleh. Araja Bagaskara kini berdiri dihadapannya masih dengan seragam sekolah.

“Eh kak.”

“Ini.” laki-laki itu menyerahkan botol minum Athalia. Athalia menerimanya dengan senang hati.

Sebagai ganti karena Raja telah menemukan dan menjaga botol minumnya, gadis itu memberikan susu kotak coklat yang ia taruh di kantung plastik tadi, yang kini ia isi dengan botol minumnya.

“Ini, terimakasih ya kak!”

“Eh buat apa?”

“Tanda terimakasih karena udah nemuin dan keep botol minum aku. Makasih banyak ya kak!”

Raja menerima susu kotak coklat dari tangan Athalia, “padahal gausah repot-repot. Tapi terimakasih ya.”

Athalia mengangguk semangat.

“Kamu pulang jalan kaki? Mau saya antar?”

Athalia menggeleng, “gausah kak, aku bawa sepeda kok.”

“Oh, berani balik sendiri? Gelap banget.”

“Berani kok kak, rumah aku gak jauh dari sini juga.”

“Oh yaudah kalau gitu saya duluan ya!” seru Raja lalu berlalu pergi menuju motornya yang terparkir tak jauh.

Athalia berteriak dalam hati menyesal kenapa ia harus membawa sepeda, harusnya sekarang Raja mengantarnya pulang dengan sepeda motornya.