TUA

Athalia tak berani menatap Raja yang berdiri bersender dihadapannya. Gadis itu berpura-pura sibuk mengetikkan apapun di handphonenya.

“Enggak masuk?” tanya Raja, padanya mungkin?

Athalia langsung mendongak panik, “hah? Kakak nanya sama aku?” tanya Athalia sambil menunjuk dirinya sendiri.

Raja mengangguk.

“Enggak kak, cuma nemenin temen aku aja daftar paskibra, hehe.”

“Kakak sendiri?” tanya Athalia dengan jantung yang berdegup kencang.

“Saya cuma nemenin temen saya aja sih. Kamu yang tadi daftar osis ya?”

“Iya kak.”

“Oh.”

LUCU BANGET NGOMONGNYA PAKAI SAYA-KAMU! batin Athalia berteriak.

Tak lama Shila datang dengan sumringahnya, menyapa dan meminta maaf pada Athalia karena sudah membuatnya menunggu lama.

Untuk menyembunyikan salah tingkahnya dihadapan Raja, Athalia mengajak Shila untuk ikut duduk dan mengobrol sebentar.

Sesekali Athalia meneguk air minumnya untuk menyembunyikan salah tingkahnya, bahkan topik dan tawa darinya terlihat dipaksakan.

Salah tingkahnya membuat ia lupa menaruh kembali botol minumnya dan malah menaruhnya di bangku panjang yang sedang ia duduki.

Tak lama kemudian Odelia datang dan mengajak kedua temannya untuk pergi ke kelas 11 MIPA-4, menunggu Aufa disana.

“Kak Raja, aku duluan ya.”

“Eh iya silahkan.”

Athalia meremas lengan seragam Odelia cukup kencang, rasanya ia ingin berteriak sekarang.

Selang beberapa saat setelah Athalia dan teman-temannya pergi, Raja baru menyadari bahwa botol minum Athalia tertinggal di bangku panjang.

Ingin menyusul Harsa keburu datang dan mengajak Raja untuk ikut dengannya karena hal mendesak. Raja memutuskan untuk membawa botol minum tersebut dan mengembalikannya besok.