Relationshit.
Kini Maraka telah sampai di kantin FK, keadaan disana sepi karena memang sudah jam pulang kelas. Hanya ada beberapa manusia yang terlihat disana.
Ia melihat Jihan disana bersama Calya dan tiga laki-laki disana. Ia mengenal semuanya, Jeffry, Winata dan Raja. Huh, lagi-lagi Winata.
Ia buru-buru menghampiri Jihan yang masih terlihat asik dengan yang lainnya.
“Jihan.”
Yang dipanggil menoleh, menatap kaget tentang Maraka yang memanggilnya secara terang-terangan, didepan Jeffry dan Raja yang tidak tahu tentang mereka.
“Ayo pulang.”
“Lah? Kalian deket?” tanya Jeffry.
Buru-buru Calya mencubit lengan Jeffry yang langsung menoleh bingung.
“Yea, and she's mine.” jawab Maraka dengan entengnya.
“Eh tolong dirahasiain yaa, gue duluan yaa. Eh tapi beneran dirahasiain ya?” ujar Jihan panik.
Jeffry dan Raja hanya membalas dengan acungan jempol. Sedangkan Winata hanya terdiam, menatap mereka berdua dengan sendu.
Jihan langsung menarik lengan Maraka, membawanya pergi dari sana sebelum ada yang melihat mereka lagi.
“Emang udah gak ada harapan kayak Win.” ucap Jeffry.
“Maksud lo?” Timbrung Calya.
“Enggakk, udah ayo pulang sayangg. Gue duluan ya Ja, Win.”
“Maksud kamu tadi?”
“Kamu ngapain disana? Katanya ada urusan sama Calya, tapi kenapa malah ada Winata?” Maraka balik bertanya.
Jihan menghela nafasnya, “aku sama Calya emang ada urusan, dan urusannya itu sama Raja dan Jeffry. As you know kalau Winata itu sohib Jeffry yang kemana-mana barengan.”
Maraka menyenderkan kepalanya di jok mobil, “maaf, aku tau kita udah janji buat keep in private.”
“I swear Raja and Jeffry bakal tutup mulut tentang ini, aku tadi cuma kebawa aja.”
“But Mark, can we just public this relationship? I mean kita udah dua bulan pacaran, and..”
“Ji, not now. I can't sorry, dan tadi cuma kelepasan.”
“Oh oke-oke, maaf..”
Maraka mengusap halus pipi Jihan, “maaf..”
“Thats fine, now let's go to Senayan and eat taichan sampe kenyang!” seru Jihan mencairkan suasana.
Maraka langsung menyalakan mesin mobilnya. Ia menyadari ekspresi kecewa Jihan ketika ia menolak untuk mempublikasi hubungan mereka.
Maraka masih tidak bisa, ia masih tidak bisa untuk memberi tahu semuanya tentang mereka. Ia hanya ingin ia dan Jihan yang mengetahui dan menikmati hubungan ini.
Maraka egois, ia tahu itu.