Perbincangan.

Selepas mengantar Jihan Marka memutuskan untuk mencari makan ke restauran terdekat.

Saat ingin memasuki restauran ia merada ada yang mencolek punggungnya.

“Haloo!”

Orang itu adalah Aruna Adhisty, perempuan yang akan dijodohkan dengannya. Gadis itu melambaikan tangannya menyapa.

“Beneran kan kamu Maraka.”

Marka menautkan kedua alisnya, bisa-bisanya ia bertemu dengan Aruna ditempat seperti ini.

“Ketemu lagi kita, kamu mau makan disini ya?”

“Menurut lo?”

“Yauda di ish santai aja dong jawabnya. Aku juga mau makan disini, bareng yuk?” tawar Aruna.

“Males.” Cowok itu melengos pergi tanpa memperdulikan Aruna. Tapi gadis itu pantang menyerah, ia mengintili Marka dari belakang.

Selesai mendapatkan pesanannya Marka menuju tempat dekat jendela untuk makan. Baru memulai suapannya Aruna datang dengan makanannya dan ikut duduk didepan Marka.

“Aku makan disini yaa.”

“Selamat makan Maraka!”

Marka tak merespon, ia diam saja, jika diladeni gadis ini pasti akan keras kepala.

“Oiya Maraka, kenapa semalem kamu gak pulang? Kakek kamu sampe nanyain aku tau gak. Mana kamu main pergi aja pas dinner, pada khawatirin kamu tau.”

“Kepo.”

“Cuek banget sih kamu, susah banget di deketin heran. Cuma kamu tau gak yang nolak dijodohin sama aku, biasanya aku yang nolak.”

“Berisik.” balas Marka.

“Nyenyenye, aku ngomong mulu biar gak canggung. Kenapa si kamu pake nolak-nolak perjodohan segala?”

“Ogah gue sama lo.”

Aruna cemberut, lagi-lagi dirinya tertolak Marka.

Mereka sama-sama diam untuk beberapa saat, sampai secara sengaja tangan Aruna terulur menuju rambut Marka seperti mengambil sesuatu.

“Ngapain sih? Gak sopan lo.”

“EH MAAF, ini ada sesuatu di rambut kamu, aku bantu ambil doang, maaf yaa.”

“Tau gak? Aku lagi jalanin sebuah misi tau. Kamu mau tau gak misi apa?”

Marka tak menjawab, hanya melirik sesaat.

“Misi membuat kamu jatuh cinta sama aku, jiakhh.”

“Ngimpi.”

–wnsscc