Konser.
Kini saatnya band Maraka tampil. Mereka akan membawakan lagu Congratulationsnya Day6. Jihan, Shakira, dan Shaka sudah berdiri dibarisan depan, sedangkan Calya sedang asik pacaran bersama Jeffrey.
Maraka dan yang lainnya memasuki panggung, Maraka malam ini benar-benar tampil tampan dengan gitar listriknya. Jihan sempat berdada-dada singkat dan dibalas dengan senyuman dari Maraka.
Lagu dimulai, semuanya benar-benar menikmati lagu. Jihan benar-benar tidak bisa melepas pandangannya dari Maraka, begitupun Maraka yang sesekali melirik Jihan.
Setelah lagu selesai, tepukan meriah keluar dari penonton. Seluruh anggota band keluar dari panggung, kecuali Maraka. Cowok itu tetap diam disana, mengambil micnya, Maraka akan bernyanyi solo malam ini.
Cowok itu membawakan lagu Sorry-Justin Bieber. Suaranya begitu merdu, Jihan saja terpana dibuatnya. Jihan tau Maraka suka nyanyi dan memiliki suara indah, tapi dirinya tidak menyangka akan seterpana ini dengan suara Maraka.
Cowok itu mendapatkan tepukan apresiasi dari anggota band lainnya saat turun panggung. “Keren emang lo, udah cocok jadi penyanyi sih.” puji Yasha.
“Thank you, thank you. Gue duluan ya, udah ditungguin.” jawab Maraka lalu berlalu pergi.
Maraka memasuki kerumunan penonton, ia mencari Jihan ditempat mereka bertemu. Ia menemukan gadis itu tengah berdiri kebingungan, buru-buru Maraka menghampirinya.
Ia memeluk gadis itu dari belakang, melingkarkan kedua tangannya dileher gadis itu. “Haloo.”
Jihan membalikkan badannya, “waduh ada mas penyanyi. Keren tadi mas tampilannya.”
Maraka terkekeh, “terimakasih adik atas pujiannya, haha. Mau kedepan lagi gak buat nonton Tulus?”
“Disini aja, didepan berisik, kuping aku pengang banget, mana Shaka-Shaki berantem terus.”
“Yaudaa.”
Saat Tulus mulai menyanyikan lagunya, Maraka melingkarkan tangannya dileher Jihan, menaruh dagunya diatas kepala gadis itu.
“Lagunya Tulus enak-enak banget, aku ngefans banget.”
“Selalu ngena lagunya, kadang aku sampe nangis dengernya gatau kenapa.” sambung Jihan.
“Jihan?”
“Iyaa?”
“I love you.”
“Oke?? Kenapa tiba-tiba banget, aku kaget.”
“Jawab.”
“Iya-iya, i love you too. Kamu jangan suka ngomong gitu tiba-tiba dong, aku kaget asli haha.”
Maraka mengecup singkat pucuk kepala gadis itu, andai Jihan tahu, betapa bahagianya Maraka bisa mempunyai pacar sepertinya.