Kesempatan
Aruna memasuki mobil Maraka dengan penuh rasa senang. Akhirnya ia maju satu langkah untuk lebih dekat dengan Maraka. Apapun maksud Maraka mengajaknya pergi hari ini ia tidak peduli, yang penting ia bisa bersama Maraka.
“Aku ada beli minum buat kamu, diminum ya.” ujar Aruna dengan manisnya sambil menyodorkan sebotol minuman pada Maraka.
Maraka mengambil nya, wajahnya sama sekali tak menoleh pada Aruna. “Makasih.”
“Hari ini mau kemana Mark?”
“Terserah lo.” jawab Maraka dengan cueknya.
Aruna menghela nafas, ia harus terbiasa dengan sikap Maraka yang belum luluh padanya. “Ke pantai aja yuk? Aku lagi pengen cari angin disana.”
“Masih siang, panas.”
“Hm, ke timezone aja deh, tapi sorenya ke pantai ya? Please?” pinta Aruna.
Maraka menghela nafas berat, “iya, tapi jangan lama, gue ada janji sama temen.”
“Yey!”
Aruna memasang sealt beltnya dan Maraka langsung menancapkan gasnya.
Ditengah perjalan hanya Aruna yang membuka percakapan, Maraka hanya menjawab seadanya dan tidak pernah membuka topik apapun.
Saat ingin menaruh sesuatu dikursi belakang, Aruna melihat secarik foto yang langsung ia ambil.
“Kamu.. Punya pacar Mark?”
Maraka menoleh, ia langsung mengambil foto tersebut setelah melihatnya. Foto ia dan Jihan yang diambil beberapa minggu lalu di taman dekat kampus.
“Pacar kamu?”
“Mantan.”
Tapi soon balikan. batin Maraka.
Aruna menghela nafas lega, setidaknya ia tidak sedang mengejar pacar orang.
Dan mungkin saja Maraka cuek begini karena belum move on dari mantannya, dan ini adalah kesempatan Aruna untuk masuk kehidup Marka dan menjadi sosok pengganti untuk nya.
–wnsscc