Jujur

Luna menatap Hasya dengan penuh semangat, pasalnya ini adalah pertama kalinya Hasya bercerita dan mencoba terbuka padanya.

“Jadi lo mau cerita apa Sya? Gue dengerin, sampe maghrib pun gue dengerin.”

Hasya memang salah tidak pernah terbuka pada Luna, Hasya tidak seharusnya menutupi semuanya sendiri. Sekuat apapun dirinya, Hasya masih membutuhkan pelukan dan tempat sandaran ketika ia mendapat masalah.

“Luna, sebelumnya gue minta maaf kalau gue gak pernah terbuka sama lo. Gue gak mau ngebebanin lo sama cerita dan masalah gue selama ini.”

Luna memegang kedua bahu Hasya, “gak ada yang ngerasa terbebani Hasya. Gue seneng kalau lo mau mulai terbuka dengan gue, gue seneng banget.”

“Sok cerita apa yang selama ini emang mau lo ceritain ke gue.” sambung Luna.

Hasya menarik nafasnya dalam, “Lun, selama ini gue bohong soal dapet dana buat kehidupan gue dari saudara-saudara gue. Maaf.”

Luna terdiam, ia kaget tentu saja, tapi gadis itu membiarkan Hasya untuk menceritakan keseluruhannya.

“Selain bantuan pemerintah kayak KJP, BPJS, dan lain, gue kerja sampingan jadi detektif tambahan di kantor polisi pusat. Selama ini gue hidup dari gaji kerja sampingan, dan tabungan yang selama ini orang tua gue tabung buat gue.”

“Lo pasti bingung kan kenapa gue bisa kerja di kantor polisi gitu? Semenjak kecelakaan empat tahun lalu gue ngerasa ada yang beda sama gue Lun. Akibat benturan keras otak gue jadi lebih pinter dari gue yang biasa. Gue belum terlalu ngerti penyebabnya apa, tapi karena otak ini gue bisa bertahan hidup.”

“Alasan kenapa gue selalu nolak ajakan lo buat pergi pas pulang sekolah karena gue kerja. Bukan les. Luna maaf, gue udah banyak bohong sama lo.”

Luna memeluk Hasya dengan cepat, ternyata gadis di depannya ini memiliki hidup yang lebih sulit dari yang ia bayangkan.

Luna juga merasa merasa bersalah karena selalu mengeluh tidak cukup atau tidak menyukai sesuatu yang mungkin saja gadis ini tidak mampu untuk membelinya.

“Hasya, jangan pernah mendem apapun sendiri lagi ya? Gue disini, gue bakal selalu ada buat lo.”

–wnsscc