Diam-Diam Perhatian
Ini sudah hari kelima sejak Jihan memutuskan untuk rehat dari hubungannya dengan Marka. Keduanya benar-benar menjauh, bahkan ketika bertemu hanya ada lirikan dari keduanya.
“Cal, kangen Marka,” keluh Jihan lalu menyenderkan kepalanya pada bahu temannya itu.
“Kangen, kangen, baikkan mending Ji, gak lo banget ngajak break gini.”
“Ish lo tuh gak ngerti. Gue tu capek ngejalanin hubungan diem-diem gini, mana lagi dia keciduk sama cewek dan gak mau jujur.”
“Eh kunyuk, lo tau gak Maraka tu beberapa hari ini kacau parah gara-gara lo. Kata Dery Maraka jadi lebih sering mabok trus balap-balapan, mana dia mulai ngerokok.”
Jihan mengangkat kepalanya dari bahu Calya, “demi apa? Liar amat buset, dosanya udah berapa itu ya?”
“Misi neng-neng, nih snacknya.” sela Harsa yang tiba-tiba datang dengan dus berisi snack.
“Makaci Harsa jelek.” sahut Calya sambil menerima sebungkus plastik.
“Makasi Harsaa.”
“Widih ada roti, aqua, risol, berasa abis arisan gak si?”
Jihan mengambil sepotong roti isi sebagai hidangan pertamanya, dan menaruh makanan yang lain diatas rerumputan.
“Jangan dimakan, isinya kacang.” ujar seseorang dengan suara berat.
“Tukeran sama risol aku aja Han, kamu alergi kacang.” sambungnya.
Iya, orang itu Maraka.
Marka langsung mengambil roti Jihan dan menukarnya dengan risol miliknya, lalu pergi begitu saja.
“Belum sempet gue jawab udah dicomot aja.. Tapi lumayan si risol hehehe.”
“Mending lo baikkan deh Ji, kasian Marka tulus begitu lo ajak break.” timpal Calya.
“Gak tau deh, tapi gue kangen dia banget asli. Gue cuma pengen dia jujur plus sadar diri bahwa backstreet ini membunuhku.”
Jihan lanjut menyantap semua snack yang ia dapatkan. Mumpung sedang istirahat jadi ia mengisi perutnya dengan banyak makanan.
“Jihan, abis makan langsung ngumpul di bawah pohon sana ya, mau pembagian games.” ujar Winata tiba-tiba.
“Iya Win, gue abisin makanannya dulu ya.”
“Santai aja, yang penting nanti nyusul ya.”
“Siap Winwi- Maksud gue Winata.”
Winata tersenyum, “mau manggil Winwin juga gak apa-apa, senyaman lo aja, gue duluan ya!”
“Ji, lo bisa moveon dari modelan Winata? Kok bisa sih?” tanya Calya selepas kepergian Winata.
“Bisa, tapi susah bro, butuh 1 tahun buat move on dari Winata.”
–wnsscc