Cure Hug

“Aaa Juki jangan ngompol mulu dong, kan udah ada tempatnya sendiri.” seru Jihan dari dalam kamarnya, seruan yang sekaligus menjadi sambutan bagi Maraka yang baru saja tiba.

Cowok itu terkekeh lalu berjalan untuk menghampiri Jihan yang masih sibuk mengurusi Juki.

“Knok knok.”

Tak kunjung dijawab Maraka membuka pintu kamar Jihan, tampak pemandangan Jihan yang sedang mengomeli Juki karena buang air sembarangan.

“Halo Jiann..”

Jihan menoleh, ekspresinya yang semula marah tiba-tiba berubah senang setelah melihat Maraka hadir didepannya.

“Haloo, tadulu akun ngurusin ini dulu yaa huhu.”

Maraka mengangguk, ia ikut duduk dikasur di samping Juki yang asik bergoler tanpa rasa bersalah.

“Juki gaboleh nakal, kasian pacar aku nanti.” omel Maraka pada Juki yang membuat Jihan tersenyum gemas.

“Jian, kangen.”

“Iyaa kangen juga, mau peluk kan? Sebentar yaa.” jawab Jihan lalu membawa bed cover korban buang air sembarangan Juki menuju kamar mandi.

Maraka bangkit, mengikuti Jihan dan menunggunya di dapur. Gadis itu kembali beberapa saat kemudian setelah mengurusi semuanya.

“Harus aku didik lagi itu Juki, bisa-bisanya buang air sembarangan.” omel Jihan.

Maraka tersenyum gemas melihat Jihan yang daritadi asik mengomel. “Udah ngomelnya? Boleh peluk sekarang?”

Jihan meretangkan kedua tangannya, dan Maraka langsung mendekap Jihan, menenggelamkan wajahnya dibahu gadis itu.

“Capek ya?”

Maraka mengangguk pelan. Dirinya merasa lebih baik setelah bertemu Jihan.

“You did well Maraka, istirahat dulu ya? Seenggaknya ganti baju, pake hoodie kamu yang waktu itu aku pinjem aja.”

“Iya, tapi biarin kayak gini sebentar aja. I miss you so bad Ji.”

Jihan menepuk pelan punggung Maraka, membiarkan cowok itu tenggelam dalam pelukannya untuk beberapa saat.

“Btw kamu ganteng kalau pake kemeja plus kacamata gini, sering-sering deh.”

“Emang biasanya gak ganteng?”

“GANTENG LAH, cowok aku paling ganteng se-Indonesia.”

Maraka melepas pelukannya, menatap wajah gadisnya untuk beberapa saat. “Jihan cantik banget.”

Yang dipuji langsung memalingkan wajahnya malu-malu, lalu berlalu pergi untuk menutupi rasa malunya.

“Gemes. Btw aku bawa donat buat dimakan, happy late girlfriend day Jihan.” ujar Maraka sambil menghampiri Jihan yang masih tersipu malu akan pujian yang tadi.

Maraka ikut duduk disamping Jihan, gadis itu tak menoleh dan menatap ke layar televisi.

“Thank you for being there cutest girl that i ever met.” sambung Maraka dengan tatapan hangatnya untuk Jihan.

“Ah udah ah, aku malu!” seru Jihan sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

Maraka terkekeh, lalu memeluk gadisnya itu dari samping. “I'm so lucky to have you.”