chapter 96.
Athalia tertawa ketika melihat dua anak kecil sedang bermain peran menjadi orang tua dengan boneka di gendongannya. Membuatnya teringat akan masa kecilnya dulu.
Asik tertawa, sampai tak sadar bahwa Raja sudah datang dan duduk di sampingnya memperhatikan dirinya yang tertawa sejak tadi. Cowok itu tak berhenti tersenyum.
“Gemes banget ya mereka?”
Athalia tersentak kaget, ia reflex memukul pelan lengan Raja. “Kak, kaget.”
“Ahahaha sorry, sorry.”
Athalia membenarkan posisi duduknya, “udah dari kapan ada disini?”
“Belum lama sih Thal. Dari anak kecilnya pura-pura ngasih susu ke bonekanya.”
“Merhatiin banget ya kak..”
Raja langsung merogoh sakunya mencari sesuatu. Lalu ia mengeluarkan gelang buatan dengan hiasan sapi dari sakunya.
“Ih lucu!” seru Athalia.
Raja memberikan gelang tersebut, “buat kamu, buatan adik saya.”
“Beneran buat aku?”
Raja mengangguk. “Kembaran sama saya. Saya bebek, kamu sapi.” ucap Raja sambil menunjukkan tangannya yang sudah berhiaskan gelang dengan hiasan bebek.
“Makasih Kak Raja dan adiknyaa!”
Athalia langsung memakaikan gelangnya di tangan, ikut memajukan tangannya sampai bersentuhan dengan tangan Raja.
“Wow gemess!”
“Mau aku foto dulu, boleh gak?” tanya Athalia meminta izin.
Raja mengangguk, lalu membenarkan posisi tangannya agar Athalia memotretnya dengan sempurna.
“Udah kak, thank you udah mau minjemin tangannya!”
Melihat Athalia dengan senyum cerahnya, Raja teringat mengenai tujuannya mengajak Athalia bertemu malam ini. Untuk perpisahan minggu kedepan, mungkin?
“Thal.”
“Iya kak?”
Raja menelan salivanya ragu, ada rasa kelu di lidah sehingga tak ada sepatah kata yang ingin ia ucapkan keluar.
“Kak?”
“Ah enggak jadi, maaf.”
Pengecut. Bahkan untuk mengucapkan selamat tinggal untuk sementara saja Raja tidak berani.
Maaf Athalia.