Cemburu
“Maaf..”
“Aku sengaja ngasih tau kamu belakangan karena takut kamu gak ngijinin. Aku pengen banget ikut ini soalnya.”
Usapan halus mendarat di pucuk kepala Jihan, Maraka tidak tega untuk marah pada Jihan yang sampai tertunduk lesu seperti ini.
“Hey, no need to say sorry Ji. Aku gak bakal ngelarang, cuma kaget aja tiba-tiba baca base kampus.”
Jari-jarinya berpindah ke dagu Jihan, mengangkat pelan wajah gadis itu dan mengusap pipi bagian kirinya.
“Kalau ada apa-apa cerita ke aku ya Ji?”
Jihan mengangguk, lalu tersenyum dan melingkarkan tangannya di leher Maraka. Jihan memeluknya. “Maaf..”
“Kapan mulai latihannya?”
“Enggak tau, Winata belum kasih tau jadwalnya.” jawab Jihan lalu mulai melepaskan pelukannya.
Maraka menolaknya, ia semakin memeluk Jihan dengan erat, melampiaskan semua emosinya dipelukan itu. “Stay like this for a while ya?”
“Nanti kamu aku yang jemput pas latihan, aku yang nganter juga. Dan Ji..”
“Iya?”
“Jangan terlalu deket sama Winata ya? Aku cemburu..”
Jihan terkekeh, mengelus pelan punggung Maraka, “iyaa, enggak kok. Aku sama dia kan cuma partner.”
“I love you.” satu kalimat yang membuat hati Jihan berbunga-bunga.
“Aba-aba dulu dong, aku kaget.”
Maraka terkekeh, ia melepaskan pelukannya, “aku laper..”
“Kebiasaan, aku masak dulu sebentar.” balas Jihan lalu berlalu pergi menuju dapur.
“Ji aku pinjem laptopnya buat nonton anime yaa.”
“Pake aja!” jawab Jihan agak teriak.
Maraka menelusuri isi file Jihan, mencari satu file yang berisikan list anime miliknya. Sampai matanya tertuju pada satu file dengan judul “hak milik Jian”. Dengan penasaran Maraka menelusurinya, ada satu file yang dibuat di tanggal 10 september 2020, seminggu sebelum hubungan Jihan dan Winata kandas.
Maraka bimbang ingin membukanya atau tidak, memang terkesan tidak sopan tapi ia penasaran. Dengan perlahan ia mengklik isi file tersebut.
Terputar video yang berisikan tentang hubungan Jihan dan Winata. Gabungan dari banyaknya foto mereka. Foto saat pertama kali bertemu, foto date pertama mereka.
Tak tahan, Maraka buru-buru menutup isi file tersebut. Cemburu? Banget. Terlihat sekali ekspresi bahagia Jihan saat bersama Winata. Bahkan dirinya tidak pernah melihat Jihan selepas itu saat bersamanya.
Ini yang Maraka takutkan ketika Jihan memutuskan untuk gabung bersama Winata. Ia takut Jihan nya akan lebih bahagia bersama Winata, pria yang selalu memperlakukan Jihan dengan sangat special, bahkan ketika hubungan mereka telah usai.
Maraka takut, Jihannya akan pergi bersama masa lalunya.