Bandara.

Jihan menarik Arjuna agar bergerak lebih cepat lagi. Kata Maraka, ia pergi take off sekitar jam 4.15 sore, dan sekarang sudah pukul 15.32, Jihan takut tak sempat untuk bertemu Maraka sebelum pergi.

“Lo si Jun ah nyetir kek jompo, lama.”

Matanya mengedar, mencari Maraka di dekat tempat yang Maraka informasikan. Sampai ia menangkap Maraka dengan seorang pria tinggi berdiri tak jauh dari mereka.

Jihan langsung berlari melepas tautan tangannya dengan Arjuna yang ikut menyusul.

“Maraka!”

Yang disebut namanya langsung menoleh dan tersenyum, “Om Jo duluan aja, saya ada urusan sebentar.”

John yang mengerti situasi langsung pamit untuk check-in tiket terlebih dahulu.

“Maaf telat, Arjuna ngendarainnya lama banget asli.”

“Gue terus, salah mulu gue.” balas Arjuna tak terima.

“Emang salah lo.”

Maraka terkekeh, emang paling seru kalau liat Jihan dan Arjuna berdebat konyol seperti ini.

“Dery, Lucas, gak ikut Jun?” tanya Maraka.

“Dery lagi nganterin Lucas ke tukang urut, keseleo dia. Gegayaan manjat pohon mangga, terus jatuh.”

Obrolan mereka terhenti dengan suara pengumuman informasi keberangkatan Maraka. “Yah, gabisa lama-lama.”

Maraka langsung memeluk gadis itu dengan erat, “gonna miss you Ji.”

Jihan menepuk-nepuk punggung Maraka, “hmm, beneran ya kamu gabakal kecantol cewek Singapore.”

Maraka terkekeh pelan, ia juga melepaskan pelukannya dan bersiap dengan kopernya. “Iyaa, gak akan.”

“Hati-hati Mark, oleh-oleh jangan lupa.” timbrung Arjuna.

Maraka mengacungkan jempolnya sebagai jawaban. Lalu mengusap pelan pucuk kepala Jihan, “see u lima hari lagi cantikku.”

Setelah berpamitan, Maraka langsung berlalu. Mereka sempat berdada-dada.

“Bakal kangen banget gue Jun, elah.”

“Lima hari doang kek ditinggal lima abad lo. Dah yuk balik, cilor gue belum diambil anjing.”

Perpisahan sepasang kekasih yang manis yang ternyata juga disaksikan oleh gadis cantik bernama Aruna.

Aruna menyaksikan semuanya dengan sesak didada, ia juga ingin bisa dekat dan diperlakukan seperti itu oleh Maraka. Tapi kesempatannya sudah hilang, dan dirinya harus mencoba menghilangkan rasanya untuk Maraka.