A Happy Ending Story

Setelah merayakan kelulusan, Maraka mengajak Jihan untuk meluangkan waktu di Pantai sore harinya.

Maraka menarik Jihan menuju suatu tempat, wajah Maraka agak mencurigakan seperti menyembunyikan sesuatu.

“Mau kemanaa?” tanya Jihan.

“Udah ikut aja.” jawab Maraka, tangan cowok itu menggengam Jihan dan terus menariknya.

Sampai akhirnya mereka sampai disebuah tempat dekat bebatuan besar, tempatnya sepi.

Maraka menuju kebelakang badan Jihan dan menutup mata gadis itu, menuntunnya pelan-pelan.

Maraka melepas tangannya dari tangan Jihan, cewek itu terkejut melihat sesuatu didepannya.

“SO SWEET BANGET, THANK YOU!” seru Jihan, cewek itu buru-buru memeluk Maraka senang.

Di depannya tertulis “Happy Graduation” dengan hiasan simple yang sudah Maraka dibantu teman-temannya siapkan.

“You did well Jihan, semua tangisan kamu selama ngerjain skripsi gak sia-sia.” ujar Maraka sambil menepuk-nepuk punggung gadis itu.

“Aku terharu, kamu niat banget sampe buat ini semua. Mau nangis..” lirih Jihan sambil menahan tangisnya.

Maraka tertawa, ia memegang pipi gadis itu, “hey, don't cry..”

Maraka kembali membawa gadis itu kedalam pelukannya. Membiarkan mereka berada diposisi itu untuk beberapa saat.

“I'm so lucky to have you, thank you karena udah nerima aku Jihan.. Nerima keegoisan aku.”

“Jangan ngomong gitu..” jawab Jihan, suaranya agak bindeng akibat habis nangis.

“Setelah kamu ngewujudin cita-cita kamu, dan setelah aku berhasil ngendaliin perusahaan, let's get married.”

Jihan memukul tubuh Maraka pelan, “enteng banget dah lu ngajak nikahnya. Yang romantis dikit dong.”

Maraka tertawa, lalu ia melepaskan pelukan diantara keduanya. Tangannya merogoh saku celana miliknya, mengeluarkan sesuatu dari sana.

Dengan posisi agak jongkok, Maraka mengeluarkan isi dari kotak yang ia ambil dari saku tadi. Meraih tangan kanan Jihan.

“Kayak gini udah romantis belum?”

Jihan mengangguk, “mau nangis lagi..”

Maraka memasukkan cincin di jari manis Jihan, “lets get married when you ready Ji, ketika kita udah bener-bener siap.”

Jihan mengangguk, cewek itu langsung memeluk Maraka senang. Jadi ini rasanya dilamar orang yang disayang?

“Aku nyiapin ini semua sampe berantem sama Arjuna gara-gara itu cowok kelamaan, penuh drama deh.”

“But glad you Like it.”

Matahari terbenam kala itu menjadi saksi bisu untuk sepasang kekasih dengan cerita romantisnya. Menjadi saksi bisu bagaimana keduanya saling mencintai untuk waktu yang lama, bahkan mungkin selamanya.