86
Maraka memakirkan mobilnya tak jauh dari tempat kejadian. Laki-laki itu keluar dengan kotak p3k seadanya yang tersedia di mobil.
Pandangannya menjelajah mencari dimana keberadaan Syavira. Sampai pandangannya menangkap sosok Syavira yang tengah terduduk lesu dengan keadaan berantakan tak jauh dari tempatnya.
“Syavira.”
Perempuan itu mendongakkan kepalanya. Mimik wajahnya berubah bahagia ketika melihat Maraka datang dan berdiri tepat di depannya.
“Raka.. Makasih.”
Maraka menyerahkan kotak p3k kecil pada Syavira, menyuruh gadis itu untuk mengobati lukanya sendiri.
Syavira menerimanya, membukanya, dan mulai mengobati luka di kaki dan lengan.
Sedangkan Maraka, cowok itu hanya berdiam diri, menyaksikan Syavira yang sedang mengobati dirinya.
“Ngapain disini sendirian?” tanya Maraka.
“Tadi abis dateng dari ultah temen, niatnya mau cari taksi disekitar sini karena emang gak ada taksi satupun di tempat ultah. Ternyata malah kena sial begini.”
“Kenapa gak pesen ojol?”
“Malem-malem begini siapa yang mau ambil? Lagi tempatnya sepi banget Rak asli deh.”
Syavira menyerahkan kotak p3k pada Maraka setelah selesai, “makasih ya.”
“Tunggu dulu disini sebentar sampe Yudha dateng. Saya ada urusan lain, kamu pulang sama Yudha.”
“Urusan lain atau takut pacar kamu marah?”
“Gausah kepo.”