80 : old friend

Di waktu istirahatnya, Jihan dan Arjuna menggunakan kesempatan tersebut untuk makan siang bersama di Cafe. Mereka memutuskan untuk pergi ke Cafe yang tak jauh dari kantor.

“Lo abis ini ke kantor Jaksa Jun?” tanya Jihan di sela-sela mengunyah makanannya.

“Iya.”

“Pak Adnan aktif banget deh asli, rajin-rajin deh ya lo sebagai anak didikan dia.”

“Ambis banget Pak Adnan asli deh Ji.” jawab Arjuna.

Arjuna langsung memberi tisu ketika menyadari ada bekas coklat di ujung bibir Jihan.

“Gue mau pesen minuman lagi, mau nitip gak?” tanya Jihan sambil bangkit dari kursinya.

Arjuna hanya menjawab dengan gelengan kepala, lalu Jihan berlalu pergi.

Keadaan Cafe saat ini cukup ramai, jadi Jihan harus menunggu beberapa antrian untuk memesan pesanannya.

“Jihan?”

Jihan menoleh. Berdiri sosok laki-laki dengan jaket denim dibelakangnya. Perawakannya tampak tak asing untuknya.

“Rayhan?”

“Iyaa gue Rayhan. Gak nyangka bakal ketemu lo disini. Sendiri aja Ji?”

“Enggak. Gue sama Juna, tuh anaknya lagi makan dipojok depan kaca.” jawab Jihan sambil mengarahkan posisi Arjuna dengan dagunya.

Rayhan langsung menoleh dan melihat posisi Arjuna. Cowok itu masih fokus makan dan tidak menyadari tatapan dari Jihan maupun Rayhan.

“Gak ngantor Ji?” tanya Rayhan.

“Ngantor kok. Ini lagi jam makan siang aja, makanya gue sama Juna ke Cafe. Lo?”

“Oh. Kalau gue emang lagi cuti, makanya bisa jalan-jalan bebas.”

Mereka mengobrol ria sambil sesekali maju selangkah karena antrian terus berkurang.

Arjuna yang baru menyadari bahwa Jihan sedang berbicara dengan seseorang, langsung memakai kacamatanya dan mencari tahu siapa yang sedang berbicara dengan Jihan.

“Rayhan Aldi?”

Setelah menerima pesanan, baik Rayhan ataupun Jihan, Jihan langsung mengajak Rayhan untuk duduk dan makan bersama dengan dirinya dan Juna.

“Rayhan?” tanya Arjuna ketika Rayhan berdiri dihadapannya.

“Iya ini gue Jun, lo apa kabar?”

“Gue baik. Gila udah berapa tahun gak ketemu kita.” jawab Arjuna langsung berjabat tangan dengan Rayhan.

“Kurang Athala gak sih? Kalo ada dia udah full member ini.”

“Sibuk dia, udah nikah juga anaknya.”

Obrolan berlanjut dengan asik dengan topik tentang masa-masa terindah mereka semasa SMP. Hingga tak terasa jam istirahat makan siang telah usai, Arjuna dan Jihan izin pergi duluan dan meninggalkan Rayhan sendiri.

“Even after so many years, she's still look pretty with those smile.“

“Never regret that time when i admire and like you Jihan Ayara.“