27 ; basa-basi

Syavira atau si anak baru di kantor ini membuka pintu ruangan Maraka setelah tiba. Gadis itu menghampiri Maraka yang sedang berkutat dengan berkas-berkas ditangannya.

“Halo Maraka? Or, hallo boss?” sapa Syavira.

“Duduk.”

“Aku harus panggil kamu apa? Bos or Raka?” tanya Syavira basa-basi.

Maraka memutar bola matanya malas, lagi-lagi ia harus berhadapan dengan cewek yang membuatnya kesal saat Dery sengaja mengajaknya blind date kemarin.

“Ok i'll call you Raka. Jangan terlalu kaku gak sih, kita pernah ketemu sekali, so we're friend right?“

Terlalu banyak basa-basi, Maraka tidak suka.

“Langsung ke intinya aja, saya gak suka basa-basi. Kamu mau minta penjelasan bagian mana?”

Syavira terkekeh pelan, “relax Rak, as i sad before santai aja.”

Maraka menghela nafasnya berat, “saya sibuk, waktu saya berharga, jadi kamu jangan buang-buang waktu saya buat ngobrolin hal-hal gak jelas di jam kantor begini.” tekan Maraka.

“Berarti bisa dong ketemu di jam luar kantor?” tanya Syavira memancing.

Demi Tuhan, Maraka sudah muak. Ia sudah meluangkan waktunya untuk Syavira tapi malah disia-siakan seperti ini.

“Eh, ini foto cewe kamu? Wow.” tanya Syavira sambil mengambil bingkai foto Maraka dan Jihan dari sudut meja.

Cantikan gue anjir, cowok sekeren lo taste ceweknya yang kayak gini? Duh you better open your eyes deh Maraka. batin Syavira.

“Syavira. Bisa tidak jangan membuang waktu saya? Dipikir saya hari ini cuma ngeladenin kamu aja?”

Syavira tersenyum kecil, “ey chill dude, aku cuma pengen kenalan santai aja kok.”

“Btw kamu-”

Omongannya terhenti dengan nada dering yang bunyi dari handphone Maraka. Cowok itu langsung berjalan agak menjauh dan mengangkat telepon.

Syavira menatap Maraka, memikirkan cara agar cowok itu segera luluh. Namun dari yang ia lihat, Maraka bukan tipe cowok yang gampang luluh, apalagi Maraka sering memamerkan Jihan di sosial media, keliatan banget seberapa bucinnya cowok itu.

“Gabisa Jun, gue besok nemenin Jihan potong rambut.” ujar Maraka saat berbicara dengan Arjuna lewat telepon.

Syavira yang mendengarnya buru-buru membuka handphonenya untuk mengabari tentang hal ini. Ia mengetikkan pesan untuk bosnya.

Maraka kembali saat Syavira berhasil mengirimkan pesan. Cewek itu langsung memasukkan handphonenya kedalam saku roknya.

“Syavira, saya sibuk. Saya bener-bener gak ada waktu buat perkenalan santai kamu, jadi sekarang, saya ada sekitar 10 menit untuk menjelaskan apa yang gak kamu mengerti. Kalau kamu masih mau basa-basi lagi mending kamu keluar, buang-buang waktu saya.” ujar Maraka yang sudah tak tahan lagi.

“Oke Raka, sorry, sorry buat basa-basi aku tadi.”

Maraka menghela nafas lega, seumur hidup baru kali ini Maraka bertemu cewek modelan Syavira.