22

Alunan musik merdu menghiasi ruangan penuh keheningan dan ketegangan. Tiga manusia tengah duduk bersama saling menunggu untuk sang ketua berbicara.

“Bagaimana?”

“Hari ini hari kedua saya berkerja. Dan masih aman pak, belum ada interaksi dari kedua target di kantor hari ini. Saya juga sedang mencoba untuk memulai dengan langkah awal yang bapak ajarkan.” jawab salah satu dari dua gadis yang hadir di ruangan ini. Gadis dengan ciri khas rambut pendek dan kalung dengan motif kupu-kupu duluanlah yang angkat bicara.

“Bagus, kamu?” tanya seorang pria paruh baya atau dikenal dengan sang bos. Pertanyaan kali ini mengarah pada gadis berambut kepang panjang dengan tahi lalat di sudut bibir kanan.

Gadis itu menelan salivanya gugup, “s-saya, laporan saya selama berkerja dua hari ini adalah, eum, sudah ada interaksi layaknya sepasang kekasih dari kedua target. Terlihat seperti sepasang kekasih harmonis sekaligus partner kerja. Saya sudah mencoba langkah bapak namun hanya ada respon singkat dari target utama.”

Pria paruh baya itu berdehem, “laporan yang bagus untuk awalan. Ingat, kalian hanya punya waktu 1 bulan 24 hari untuk mensukseskan misi tersebut. Uang 20 juta sudah saya transfer direkening kalian, setiap kemajuan akan saya tambahkan bonus 5 juta. Terus laporkan pada saya.”

Selepas berujar demikian, pria itu meninggalkan ruangan. Menyisakan dua wanita yang langsung bernafas lega dan menyederkan diri mereka di sofa.