21 ; truth or truth.

“Mark, let's play truth or truth.” ajak Jihan.

Maraka menaikkan satu alisnya bingung, “truth or truth? Kenapa gak truth or dare aja?” tanya Maraka.

“Seruan truth or truth kalau truth or dare aku gak tau mau ngasih dare apa.”

“Yauda ayo, mau aku atau kamu dulu?”

“Ladies first“

“Yeu, yaudah sok kamu mau nanya apa sama aku.” ucap Jihan, wajahnya menunjukkan ekspresi penasaran tentang apa yang akan Maraka tanyakan.

Maraka terdiam sejenak, “eum. Your ideal boyfriend type?“

“A guy with broad shoulders, tall, more action than talk, and most importantly, understanding.“

“Aku banget gak sih?” tanya Maraka dengan penuh percaya diri.

Jihan tertawa kecil, “ya kan aku emang sebutin ciri-ciri kamu. Kamu kan tipe ideal aku Mark.”

Maraka hampir menyemburkan minuman dalam mulutnya. Bahkan pipinya berubah menjadi warna merah tomat dengan cepat.

“Jangan salting, aku gak gombal, aku lagi jujur.” ucap Jihan yang berusaha menahan tawanya.

“Jihan..”

“Kenapa? Ayo sekarang giliran kamu.”

“Ask me, ask me anything. I will answer it all of your questions.“

Jihan terdiam, ia akan menanyakan pertanyaan yang menganggunya beberapa hari ini. “I think about this a lot. But Mark, what if we're not ended up together? Kita udah lama bareng, kalau kita emang gak ditakdirin buat bersama gimana?”

Maraka langsung menatap gadis itu dalam, menghela nafasnya dengan berat.

“Pertanyaannya terlalu berat ya? Aku ganti aja ya?”

“No, i will answer it.“

Maraka meraih tangan Jihan, mengusapnya lembut. “If we're not ended up together, actually that's ok walaupun bakal nyakitin aku banget. Takdir dan kisah cinta kita selanjutnya cuma Tuhan yang tau Ji.”

“But remember this, walaupun kita gak berakhir bersama, you will always be my best love, we spend so many times together right? I will never forget all of our memory. Bakal susah mungkin untuk melepas atau mengikhlaskan kamu nantinya, but i never regret with anything when i'm with you, because i always threat you right, so was you. But i really hope we always together, now, tomorrow, and forever.“

Terharu. How lucky is Jihan to have a boyfriend like Maraka. Actually they're lucky to have each other.

“Maraka. Thank You.“