175

Selesai bersih-bersih, Raja menghampiri Genta yang asik makan sambil membawa infusnya.

“Ngapain? Kalau mau ngomong biar gue yang nyamperin, ribet kan bawa-bawa infusan gitu.” tegur Genta melihat Raja yang keribetan membawa infusnya.

“Lo lagi makan, gapapa, gak ribet.” balas Raja, cowok itu ikut duduk di sofa disamping Genta.

“Kenapa? Galau lagi?”

“Gimana gak galau, udah lumayan jauh pdkt gue sama Thalia, masa-masa tiba-tiba berhenti gini.” jawab Raja, ia menyenderkan kepalanya di sofa.

Genta menghabiskan makanan dimulutnya terlebih dahulu sebelum menjawab.

“Udah lo chat anaknya?”

Raja menggeleng, “Mala gak jadi kesini, ada ulangan besok katanya.”

“Sumpah Ta, ini pertama kalinya gue suka sama orang, masa gagal begini.”

Genta tak menjawab, ia membersihkan bekas makanannya dan membuangnya terlebih dahulu. Mencuci tangan sebentar lalu kembali duduk disamping Raja, ikut menyenderkan kepalanya disofa.

“Gue tanya sama lo, lo beneran suka sama Thalia gara-gara mirip Raja?”

Raja menghela nafasnya, “ini udah pertanyaan yang keberapa kali anjir. Jawabannya enggak, gue gak pernah suka Thalia karena dia mirip Raya. Sama sekali enggak.

Gue akuin, awalnya gue tertarik buat kenal Thalia lebih deket karena ngerasa dia mirip Raya. Tapi semakin kenal itu anak, gue semakin tertarik, Thalia sama Raya beda, seratus persen beda.

Gue suka Thalia karena dia Thalia. Gue sayang Thalia karena dia Thalia. Emang agak aneh bilang gini karena gue suka sama dia pas belum ada seminggu kita kenal.

Tapi jujur ya Ta, jujur banget ini gue, gue suka sama Thalia karena itu cewek selalu bikin gue ngerasa nyaman di deket dia. Suaranya, wajahnya, gerak-geriknya, selalu bikin gue nyaman.

Jadi sekali lagi, gue gak pernah suka Thalia karena dia mirip Raya, sama sekali enggak.”

Genta mengangguk paham. Raja bukan tipe orang yang suka bercanda soal percintaan begini.

Genta membuka handphonenya, memberikannya pada Raja.

“Apa?”

“Chat Athalia pake akun lama gue. Ini akun kosongan yang gue pake buat confess ke Raya dulu, pake aja. Chat Athalia, jelasin semuanya.”