170
Area melambaikan tangannya ketika melihat Maraka datang. Gadis itu memasang senyum cerahnya untuk menyambut Maraka.
“Haii, apa kabar??”
“I'm good, you?”
“Aku baik, kamu gak banyak berubah ya dari dua tahun lalu. How's Dery, Lucas?”
“They're totally fine. How's Singapore? Nyaman?”
Area mengangguk, “of course. Jadi ambil kedokteran gigi?”
Keduanya mulai berjalan berdampingan menyusuri taman, menikmati angin malam.
“Enggak Re, gak dapet restu.”
“I told you to do what you want Rak, not what they want.”
“Tapi restu juga penting Re, kalau mereka gak setuju gimana gue kuliahnya.”
“Jadinya apa? Hukum? Ekonomi?”
“Menejemen.”
“Ooh calon CEO, aku gak sengaja liat di tl twitter aku kamu udah berhasil ajak perusahaan lain kerjasama.”
“Keren.” puji Area.
Mereka berhenti diujung jembatan di tengah danau. Menikmati pemandangan malam yang begitu indah.
“Re, for what happen a years ago, i'm so sorry..” ucap Maraka langsung kepada intinya.
Area menoleh, tersenyum tulus. “Is not your fault Rak, jangan merasa bersalah gitu.”
“Tetep aja, gue gagal ngelindungin lo sebagai pacar pada saat itu Re..”
“Rak, please? Kamu gak gagal, aku tau kamu ngelindungin aku saat itu. Aku tau kamu udah do your best buat aku saat itu.”
“And Rak, jangan karena kejadian dulu kamu jadi takut buat ngepublish your relationship with your new girlfriend ya? That's make me sad.”
“I'm totally fine Rak, bahkan aku udah berdamai sama masa lalu. Now your turn ya?”
“Re..” lirih Maraka.
“Raka, ayo berdamai. Is not your fault for what happen a years ago. Emang mulut mereka aja yang jahat, i know you do your best to protect me, and that's enough. Not all of them hate me because mereka gak setuju sama hubungan kita, some of them emang benci aku aja.”
“Situasi juga udah berbeda Rak, lingkungan juga berbeda. You really love her right?”
Maraka mengangguk, “but i'm scared..”
“Eh, trust me, it wont happen again. Now, talk to her, tell her that you gonna publish your relationship.”
“Actually, we alredy broke up a week ago.”
Area menepuk jidatnya, “ah, i forgot. Arjuna alredy tell me about that, sorry.”
“Ajak balikan Rak, sebelum terlambat. Btw, who is she? Kali aja aku kenal kan.”
“Jihan Ayara.”
“Is she good?”
Maraka mengangguk, “she's the best. She always there for me whenever i need her.” jawab Maraka dengan senyuman.
“Good then. You're a good man that deserve a good girl too Rak.”
“May i see her pic?”
Maraka mengangguk. Ia mengeluarkan handphone nya dan membuka aplikasi gallery. Lalu membuka album foto yang dikhususkan untuk Jihan.
“Pretty, keliatan friendly juga.”
“What about you? Udah pacar belum Re? Gak mungkin gak kecantol cowok Singapore.”
“Actually i got engaged a month ago hehe. Cuma tunangan sih, nikahnya mah nanti.” jawab Area sambil menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya.
“Ey congrast! Jangan lupa undang pas nikahan nanti.”
“Pasti lah, dan kamu harus dateng sama pasanganmu ya.” ledek Area.
“Iya deh. Who's the boy? Anak Singapore asli kah?”
Area menggeleng, “no, dia dari Indonesia juga sama kayak aku, cuma emang udah tinggal agak lama di Singapore. And he's really kind, and, rich.”
“Owh crazy rich Singapore.”
“Ahaha no.”
“Btw Rak, promise to me kalau kamu bakal perbaikin hubunganmu dengan Jihan ya? Aku tunggu kabar baiknya loh..”
Maraka mengangguk, “iyaa.”
Keduanya kembali berjalan mengelilingi taman sambil bercerita tentang kisah mereka dulu.
Setidaknya satu masalah telah usai, dan kini Maraka tinggal memperbaiki hubungannya dengan Jihan.