15

Keadaan diluar hujan, Jihan masih menunggu Maraka di lobby kantor. Kantor sudah sepi karena memang sudah waktunya jam pulang, jam pun sudah menunjukkan pukul 9.

Ia sudah menunggu Maraka selama 30 menit, bahkan sudah berusaha menghubungi cowok itu.

“Kak, gak pulang?”

Jihan menoleh, “eh Sastra, lagi nunggu jemputan. Kamu juga belum pulang?”

“Oh tadi saya harus ngurus berkas-berkas dulu sebentar. Tadi saya juga liat kakak disini sekitar 30 menit yang lalu, belum dijemput juga?”

Jihan menggeleng, “mungkin macet kali ya..”

“Oh gitu, saya nungguin kakak aja deh ya. Kantor juga udah sepi banget gini, gak baik sendiri.” ujar Sastra lalu duduk disamping Jihan.

“Kalau mau pulang duluan pulang aja Sas, aku gapapa sendiri kok.”

Sastra tersenyum ramah, “gak apa-apa kak, saya temenin aja. Sekalian ada yang mau saya tanyain mengenai kasus tadi, gapapa? Maaf kalau kesannya saya sok akrab dan banyak omong, saya cuma pengen bisa berbaur aja kak hehe.”

“Ih gapapa Sas, kamu kalau mau tanya langsung tanya aja, gak usah sungkan.”

“Iya kak.”

Menurut Jihan, Sastra ini anaknya aktif banget. Selalu mencoba untuk berbaur ke sekitar dan nyesuain diri sama keadaan. Anaknya juga sopan banget. Tapi kadang Jihan ngerasa Sastra mirip seseorang yang gak bisa Jihan inget.

Mereka berbincang hampir 30 menit lamanya, keadaan hujan diluar juga semakin deras. Dan belum ada tanda kedatangan Maraka sampai sekarang.

“Kak, apa mau bareng saya aja? Udah satu jam kakak nunggu, mungkin yang jemput lupa.” tawar Sastra.

“Mungkin lupa kali ya..”

“Saya bawa mobil kak, aman dari hujan. Mau bareng saya aja atau gimana?”

Jihan terdiam sejenak. Jika ia menolak tawaran Sastra dan Maraka benar-benar lupa lalu bagaimana cara ia pulang? Ojek online tidak mungkin di keadaan hujan seperti ini, ia juga malas menunggu sendiri lagi jika memesan via online.

“Gapapa Sas kalau aku numpang?”

“Ya gak apa-apa kak, kan saya juga yang nawarin. Mau bareng aja nih?”

“Yauda deh, makasih ya Sas.”

“Aman kak.”

Sepanjang perjalanan menuju pulang hanya ada rasa kecewa dibenak Jihan. Maraka sudah berjanji tapi saat cowok itu benar-benar menghilang tanpa kabar.