140
tw // nose bleed , blood.
Athalia melambaikan tangannya ketika bertemu kembali dengan Raja setelah beberapa minggu berpisah.
“Haloo Kak Raja!”
“Halo Thalia.”
Tentu saja Raja menyambut kedatangan Athalia dengan hangat dan penuh senyum, rasa rindunya selama ini akhirnya terbayar.
Cowok itu membenarkan posisi duduknya agar sejajar dengan Athalia yang baru saja duduk disampingnya.
Tatapan Raja tak pernah lepas dari Athalia sejak wanita itu pertama kali datang. Raja terhipnotis dengan Athalia. Raja benar-benar sedang jatuh cinta.
“Kamu kangen saya gak?”
“Kak sumpah aku baru nyampe yaampun..”
“Maaf, maaf. Tapi serius, saya kangen kamu.”
“Iya, iya, aku juga kangen kakak.”
Raja terkekeh, “maaf karena waktu itu saya menghilang tanpa kabar. Saya pikir saya bisa menghubungi kamu setelah beberapa hari pindah ke rumah sakit, taunya kondisi saya makin parah setelah saya pindah.
Maaf ya. Saya tau banget saya salah, saya cuma gak mau buat kamu khawatir. Posisinya kamu masih sakit, dan saya gak mau bikin tambah parah dengan kondisi saya waktu itu.”
Athalia tersenyum. “Kak, gapapa, aku paham kok. Maaf juga karena udah buat kesimpulan kalau Kak Raja cuma main-main gara-gara ngilang.”
“Terimakasih, karena udah ngertiin saya.”
Athalia mengangguk.
Mata mereka kini saling bertemu. Tatapan penuh cinta untuk seseorang yang kini berada dihadapannya.
“Ini ACnya nomor berapa deh kak? Dingin jujur.” tanya Athalia memecah keheningan mereka.
“Maaf, maaf, mau saya kecilin?”
“Kalau gak bikin kakak kegerahan sih gapapa, cuma kok ini dingin banget ya.”
Raja mengambil hoodie hitam miliknya yang tergeletak di kursi disamping ranjangnya.
“Dipake.”
Cowok itu menyerahkan hoodienya pada Athalia yang menerimanya dengan bingung.
“Buat aku?”
Raja mengangguk, “biar gak kedinginan.”
“Kamu pake hoodienya, saya kecilin ACnya.”
“Kalau udah pake hoodie ACnya gausah dikecilin kak, hehe.”
“Makasih ya kak.”
Raja mengangguk. Athalia sedikit menjauh dan membalikkan badannya untuk memakai hoodie milik Raja. Begitupun Raja, cowok itu mengalihkan pandangannya sementara Athalia memakai hoodie sebagai doublean pakaiannya.
Saat Athalia masih sibuk dengan pakaiannya, Raja mengecek hidungnya merasa ada yang mengalir dan menyentuh bibirnya.
Mimisan. Lagi-lagi Raja mimisan. Kenapa ia kondisinya selalu tidak bersahabat saat ia dan Athalia sedang bersama.
Buru-buru Raja mengambil tisu dan mengelapnya, sialnya darahnya masih terus keluar.
Ia buru-buru mengambil handphonenya dan menghubungi Genta atau menyuruh Genta untuk masuk dan mengalihkan Athalia saat dirinya berusaha menghentikan pendarahan dihidungnya.
Sesaat kemudian dengan agak tergesa-gesa Harsa datang bersama Genta dibelakangnya. Sempat Raja, Harsa, dan Genta beradu tatapan memberi instruksi beberapa saat.
“Halo, Athalia ya?”
Athalia yang baru saja selesai merapihkan pakaiannya hanya mengangguk bingung.
“Gue Harsa, inget gak? Yang lo dm buat nanyain Raja tuh.”
“Oh inget, halo kak!”
Sementara itu dengan terburu-buru Raja bangun dan membawa alat infusnya menuju kamar mandi.
“Gak nyangka kita bakal ketemu ya Tha, udah sembuh?”
“U-udah sih kak alhamdulilah.”
Athalia ingin menengok ke arah Raja karena dirinya merasa canggung diajak bicara oleh Harsa dan Genta yang bahkan ia baru kenal. Tapi dicegah oleh pertanyaan Harsa dengan nada yang agak panik.
“Kelas berapa Tha?”
“12 kak.”
“Oh, rencana mau ambil kuliah dimana?”
“ITB sih kak.”
“Waduh, sama dong kayak si Genta, anak ITB juga dia.”
“Wah iyakah? jurusan apa kak?”
“Manajemen.” jawab Genta.
“Keren kak. Kalau Kak Harsa kuliah dimana?”
“UGM sih gue alhamdulilah. Nak Jogja abies.”
“Ih keren UGM.”
Harsa tersenyum bangga, “makasi, makasi.”
Berlanjut dengan pertanyaan sederhana dari Harsa yang selalu Athalia tanggapi.
Sampai saat Harsa tengah asik bercerita dan Genta yang hanya mendengarkan, Athalia menoleh sedikit kearah kasur Raja, nihil cowok itu tidak ada disana.
Pandangannya terus mengedar mencari keberadaan Raja, sampai ia melihat punggung Raja berada di dalam kamar mandi.
Dengan penasaran Athalia mencoba melihat dari pantulan kaca, cowok itu sedang membersihkan bekas merah dari hidungnya.
Kak Raja mimisan?
Setelah menyadari Athalia tak lagi memperhatikannya, Harsa membuat sedikit kehebohan dengan mengatakan bahwa ia melihat kecoa disudut ruangan.
Sontak Athalia maupun Genta yang kaget sedikit berteriak.
“Mana kecoanya mana?” tanya Genta dengan panik.
“Dah kabur keluar barusan.”
Athalia kembali menaruh pandangannya pada kamar mandi yang kini sudah tertutup rapat. Ia kembali mencari Raja yang kini sudah kembali duduk diatas ranjangnya, cowok itu tersenyum pada Athalia.
Athalia membalas senyuman itu, sekaligus keheranan kenapa Raja seperti menyembunyikan kalau ia mimisan.