126
“Nih.” ucap Jihan sambil menyerahkan jaket yang dititipkan Arjuna pada pemiliknya.
Maraka tersenyum, “makasih ya.” jawabnya sambil menerima jaket di tangan Jihan.
“Iya sama-sama, gue dulu-”
“Pacaran apa perang gerilya kok diem-diem.” potong Sasha, teman satu fakultas Jihan yang tak sengaja lewat.
“Apaansi Sha, udah sana.” usir Jihan, Maraka hanya terkekeh.
Tangan Maraka menjelajah ke rambut Jihan dan mengambil daun yang jatuh di kepala Jihan. “I miss you Ji.”
Jihan hanya diam mematung, tidak tahu harus berbuat apa. “Apaansi.”
“Kita udah bener-bener selesai ya?”
Ya makanya ajak gue go public dong biar gak jadi selesai, elah. batin Jihan.
“Gue duluan, kelas udah mau mulai bye.” ucap Jihan lalu berlalu pergi.
Maraka hanya tersenyum simpul, setidaknya ia bisa kembali bercakap dengan Jihan setelah beberapa hari tidak berkomunikasi.
Maraka masih ragu untuk mempublikasi hubungannya, tapi ia benar-benar ingin Jihan kembali padanya.