06 ; traitor.
cw // cheating
Ara dan Juni tengah mempersiapkan alat musiknya untuk penampilan hari ini. Keadaan Cafe juga ramai oleh pelanggan.
“Jangan gugup, santai aja.” ujar Juni.
Ara mengangguk, kembali mengatur nafasnya untuk mengurangi rasa gugup.
“First time ya Ra?” tanya Juni.
Ara mengangguk, “deg-degan.”
Setelah semua siap, Juni mengisyaratkan Ara untuk memulainya. Lagu pertama yang akan mereka bawakan adalah Billionaire by Travie McCoy ft. Bruno Mars.
Juni langsung menoleh kagum ketika mendapati suara halus milik Ara. Tangan gadis itu juga luwes dalam memetik senar gitarnya.
Saat lagu akan selesai, ring pintu berbunyi dan pintu pun terbuka. Menampakkan seorang laki-laki dan gadis dengan rambut yang tergerai.
Ara hanya tertawa kecil saat melihatnya, lalu kembali bernyanyi. Dirinya tak menyangka akan bertemu kekasihnya dan perempuan lain di Cafe ini.
Hansa, cowok itu langsung melotot kaget melihat Ara yang kini tengah menatap kearahnya. Cowok itu buru-buru mengajak perempuan disampingnya untuk pergi, mencari tempat lain. Perempuan itu menolak, ia juga belum menyadari kehadiran Ara disini, lalu menarik Hansa untuk duduk disalah satu meja kosong.
Setelah lagu selesai Juni menyuruh Ara untuk minum terlebih dahulu. “Nice performance. Gue suka suara lo.” puji Juni.
“Thanks Juni, lo juga keren kok.”
“Kalau habis ini gue bawain lagu Olivia Rodrigo yang traitor boleh gak?”
“Boleh. Kebetulan gue juga hafal.” jawab Juni.
Ara mengancungkan jempolnya, lalu mempersiapkan diri untuk lagu selanjutnya.
Sedangkan Hansa, tentu cowok itu merasa malu bertemu dengan kekasihnya dalam keadaan bersama perempuan lain. Sesekali juga ia mencuri-curi pandangan pada Ara.
“Kamu kenapa deh Sa?” tanya perempuan disampingnya.
“Aku gak apa-apa Lan.”
“Kesel banget deh aku lupa bawa kacamata, jadi gak bisa liat penyanyinya.”
Saat hendak menjawab, sudah terdengar suara petikan gitar. Kali ini Juni yang akan memainkan alat musik dan Ara yang akan bernyanyi.
Ketika bait pertama lirik tersebut dinyanyikan, Ara mengalihkan pandangannya ke arah Hansa dan Bulan.
Saat nyanyian memasuki reff, pandangan Ara kembali berpindah pada Hansa. Gadis itu menyindir kekasihnya melalui lagu yang ia bawakan.
Hansa pun merasa tersindir atas lagu yang Ara bawakan. Malu. Hansa malu.
“Suara bagus banget Sa, aku suka banget, halus gitu.” puji Bulan tanpa tahu siapa penyanyinya.