02 ; susu kotak
“Gue berasa makhluk asing dah pake rok biru sendiri gini, ini kapan sih kita dibolehin pake seragam putih abu-abu.” keluh Ansel sambil menyeruput susu yang ia minum.
“Lo semua udah pada milih ekskul belum? Gue bingun dah.” tanya Maudy.
Ketiga temannya menjawab dengan gelengan kepala. “Tapi gue ada niatan mau ambil basket sih.” jawab Naka.
“Basket disini bagus anjir, tahun kemaren ikut DBL kalau gak salah.” balas Maudy.
“Laper. Gue mau beli gorengan, ada yang mau nitip gak?” tawar Ansel.
“Gue nitip tempe goreng satu, sama tahu goreng satu.” jawab Maudy.
“Lo berdua?”
Naka dan Mahesa menggeleng bersamaan. Lalu Ansel berlalu pergi menuju tukang jualan yang berbaris rapih di sisi kantin.
Selesai membeli pesanannya, Ansel kembali menuju tempat ia dan teman-temannya tadi.
Saat sedang asik menyeruput susu kotaknya, sebuah tubuh menabraknya dari arah samping, membuatnya terjatuh tersungkur begitu juga dengan jajanannya.
Warga sekolah yang tengah asik makan langsung mengalihkan perhatiannya pada Ansel dan orang yang menabraknya.
“Yah susu kotak gue..” lirih Ansel sambil meratapi isi kotak susunya yang sudah berhamburan keluar.
“Gorengan gue sama Ody..” sambung Ansel sambil kembali memunguti gorengannya yang jatuh.
“Maaf, maaf, lo gapapa?”
“Gue gak apa-apa, tapi jajanan gue..”
Mahesa, Maudy, dan Naka yang tadinya sedang asyik mengobrol langsung menghampiri TKP.
“Sel gapapa?” tanya Mahesa.
“Ody gorengan lo..”
“Gak apa-apa, gue bisa beli lagi, tapi lo gapapa? Duh mana lo hatinya ke aspal begini lagi.”
“Maaf banget, gorengannya nanti gue ganti sekalian sama susunya.”
Tak ada jawaban dari Ansel, ia sedang dibantu berdiri oleh Mahesa yang merangkulnya.
“Gue gak ap-”
Belum selesai menjawab, Ansel dibuat melotot oleh siapa yang ada di depannya sekarang.
“Gue gapapa, gausah diganti!” seru Ansel sambil berlalu pergi meninggalkan Maudy, Naka, Mahesa, dan orang yang ia tabrak dengan kebingungan.
“Itu anak kenapa da- oh paham. Sa, Ka, gue duluan ya!” ucap Maudy yang ikut pergi setelah melihat siapa orang yang menabrak Ansel.
“Terus ini yang beresin tumpahan susunya siapa?” tanya Naka kebingungan.
“Biar gue aja. Nama temen lo siapa? Biar gue temuin nanti, buat ganti jajanannya yang jatoh, sedih banget keliatannya.”
“Ans-”
“Kalau mau gantiin lewat gue aja, biar gue yang kasih ke anaknya.” potong Mahesa.
“Lah kenapa harus lo dah?” tanya Naka.
“Siapa tadi namanya?” tanya orang itu lagi.
“Ansela Ayudia.” jawab Naka dengan cepat sebelum Mahesa memotong perkataannya.
“Oke makasih.”